Koranparlemen.com | Cerita Negeri Antah Berantah – Sehabis Luntang Lantung dari Kedinasan di kementerian Urusan jalan ke kantor urusan lelang bolak balik lagi ke kementerian urusan jalan Arjojing ulat nangko tersebut kini bernasib mujur, tampa di sangka sangka dirinya kini menjabat sebagai salah satu Kabid di Kementerian Urusan jalan.
Pada Zaman Bandot Tua bersama Pentol kunyit cs beramai ramai dirinya di lantik.
Menurut cerita Arjojing sepat Buto tersebut adalah bandit kantor tamak serakah pelit dekil melorot plus kebetina tinaan alias pencinta bonsai lontong.
Dirinya pernah menjadi Pokja lelang dan berkantor bersama trio kaleng sarden, nah sifat bandit serakahnya inilah saat itu sangat terlihat, si arjojing muka rempeyek kurus kerempeng menguras kocek kontraktor lebih dari 2 persen.
” Lebih baik kasih saya 5 sampai 10 persen kalian menang, dari pada setor ke dinas ” ujar Arjojing saat menjadi Pokja di kantor pentol kunyit getah basah.
Rupanya sifat pelit serakah getok tiga warna merah kuning jingga masih melekat sampai saat ini meskipun dirinya sudah menjabat sebagai salah satu Kabid terbasah di kementerian urusan jalan Negeri Antah Berantah.
Selain pelit dekil serakah empat lapis, Arjojing suka bermain api dengan kontraktor, ada beberapa proyek ketika dirinya menjadi pimpro belum selesai seratus persen tetapi sudah di bayar lunas.
Selain itu ada juga pekerjaan yang di perpanjang tetapi di hitung denda berapa hari saja.
Semua itu di lakukan tidak gratis melainkan bayar di belakang pantatnya.
Kedepan Arjojing bakal di sikat habis oleh Waka Waka sebab sifat kikirnya sudah memantik keluatan ala Sengkuni, arjojing bakal menerima ganjaran prahara Semeru, kasus kasus jembatan jantung maupun jalan cor berkoral aku di viralkan habis habis.
Arjojing ala ala arjojing Rai rempeyek kacang .
(Bersambung)
Penulis: Syerin
