Koranparlemen.com | Cerita Negeri Antah Berantah – Luncuk lupis kerak ketan perasaan Drs Borjuis saat ini, dirinya serba salah, spot jantung tak nyenyak tidurnya, sebab sudah lewat hari kemerdekaan proyek induk fisik di Kementerian Urusan Desa masih belum meluncur.
Rupanya Borjuis galau sedunia sebab proyek fisik tersebut duitnya sudah abis di sikat, parahnya jual beli proyek tersebut terjadi berkali kali untuk satu judul proyek.
Komplotan bandit proyek tersebut di kenal dengan sebutan Dua B alias Borjuis Brukja.
Kerjasama apik Dua B tersebut berhasil mencuri fee proyek secara terang terangan sampai sampai nama pamong tergeret geret, terseset seset, selebet lebet, maskaret, dompet pet, jaket joget, babi ngepet .
Atas perintah Borjuis, Brukja mematok 5 persen untuk pamong.
Terkait Keanehan tersebut PJ teletabbies masih tutup mata, sopo Jarwo seolah melindunginya.
Pimpinan Pamong sedang menunggu di mulainya proyek di KUD, sebab catatan pembelian proyek dan catatan kemana mengalirnya uang hasil penjualan proyek tersebut sudah di tangan sang pimpinan Bintang Pegagan.
Artinya ketika proyek berjalan tinggal mengambil tindakan dan mencocokan cacatan proyek dalam kelambu tersebut.
Jika cocok di tangkap lah Borjuis labu koneng Rai spongbob dan brukja jambu monyet tersebut.
Mereka akan di kenakan tuduhan memperkaya diri, menyalahgunakan jabatan, dan korupsi tai sapi.
Dalam pantauan dunia dalam berita, Pimpinan Pamong Baru sang Bintang Pegagan adalah sosok berkelas dan tidak mata duitan, sebelum menjabat di Negeri Antah Berantah dirinya banyak memenjarakan para pejabat kampret, tentulah aksinya menangkap Dua B sangat di nanti nantikan rakyat bumi keramat demi tegaknya Marwah timbangan.
Penulis: Syerin
