Koranparlemen.com | Tanjung Enim, Muara Enim Sumsel, Senin 17 Agustus 2026. – Dinamika sosial ke masyarakat kita sehari-hari cukup komplek, seperti pemandangan yang ada di lingkungan Kita sendiri, perbedaan kesenjangan status sosial kemasyarakatan kadang lebih mudah memicu terjadinya konflik sosial. 
Maka di lingkungan kemasyarakatan, mulai membentuk kelompok Organisasi kecil atau organisasi besar dengan harapan dari organisasi yang ada bisa menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat itu sendiri dengan tujuan tetap Guyup Rukun Saklawase.
FANJARI Suwarno Ketua Paguyuban Laku Jowo Wani Perih Desa Tegal Rejo Lawang Kidul, Dilingkungan masyarakat di jaman modern dan serba canggih ini jangan sampai generasi-generasi kita lupa dengan adat, tradisi, gotong royong, seni budayanya sendiri, maka kita sebagai orang tua wajib melestarikan dan menuturkan kepada para generasi muda itu sendiri. Minggu 17 Agustus 2026.
Subroto di sela-sela kesibukan memantau pembuatan tempe menuturkan, hidup ini harus mandiri dan jangan selalu ketergantungan dengan pihak lain kalau kepingin lebih nyaman, makanya saya ini memilih jalur UMKM untuk mencari nafkah, saya juga bangga bisa menjadi anggota Paguyuban Wani Perih bisa di support di jadikan mitra, dan berkahnya kita semua bisa membuat mushola untuk belajar keagamaan, jamaah mushola Tegal Rejo, juga bersama-sama MWC NU Lawang Kidul kumpul bersama belajar agama,” tutur Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini, Minggu 17 Agustus 2026.
(FANJARI)












