Koranparlemen.com | Muara Enim – Beberapa tahun terakhir tampak menggelitik mata, sebuah bangunan gedung biru di sudut pinggir perkantoran Islamic Center Kabupaten Muara Enim. 
Tak banyak kendaraan terparkir di lokasi baik kendaraan roda dua maupun roda empat, pertanda personel pegawai tak sebanyak Dinas Kesehatan ataupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Menjadi pertanyaan besar !! Apakah sebuah keharusan mengelontorkan dana tak berkesudahan dari tahun ke tahun ke gedung tersebut sedangkan pegawai yang di tampung tidak seimbang dengan keadaan.
Pembangunan tersebut sudah tentu menjadi pertanyaan besar banyak kalangan, apakah ini penghamburan uang Negara, ataukah trik gaya baru korupsi mempreteli anggaran Negara secara bertahap.
Karena uang pembangunan tersebut berasal dari pajak rakyat, tidak salah mempertanyakan motif kemegahan Gedung Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) tersebut.
Sekedar menebak nebak atau candaan apakah Pengguna Anggaran di dukung penuh senator Partai Biru sehingga usulan pembangunan tersebut dapat lolos di pembahasan Parlemen, ataukah memang tak sengaja atau sebuah kebetulan Gedung tersebut bercorak kebiru biruan.
Untuk menjawab rasa penasaran terkait kecurigaan berkali kali penganggaran Gedung tersebut tentu sangat perlu pendalaman, dan tidak menjadi masalah karena curiga masyarakat ataupun lembaga melaporkan pembangunan tersebut ke Aparat Penegak Hukum sekelas Kejaksaan Agung.
Itulah bentuk aspirasi masyarakat terhadap Pengawasan sebuah pembangunan apakah terjadi Mark Up anggaran atau trik korupsi gaya baru atau juga telah terjadi kongkalikong pemenang tendernya, semua tentu masih dalam sakwasangka jika belum di selidiki.
Tidak hanya Gedung Kantor Dinas PPA pembangunan Gedung kantor lain, jalan ataupun lainnya juga patut di awasi khususnya yang terendus penganggaran berkali kali ataupun vendornya itu itu saja dengan wajah perusahaan yang berbeda sebab sindikat perampok uang rakyat selalu punya trik baru untuk korupsi
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani di konfirmasi melalui pesan what App (21/1/2026) terkait sudah berapa banyak anggaran yang di keluarkan untuk pembanguan gedung tersebut dari awal sampai interior sampai berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. (Syerin)



