Koranparlemen.com | Cerita Negeri Antah Berantah – Wak keling mata belong bahlul ajib semelekete masih cekikikan alias cengengesan santai menantang Tuhan, meski pulau raja Umpat mencuat viral rusak berat oleh kegiatan perusahaan milik mantan Presiden Negeri Antah Berantah pak wiwi lontong basi kuah santan kudis medok.
Di tengah viralnya kerusakan Pulau Raja Umpat, ikut menyusul viral juga kapal nikel cap pak wiwi, cap bu wiwi wowo dan wuwu.
Kapal tersebut menerjang ombak penuh kesombongan mengangkut nikel keserakahan bercampur tapai Ubi Makamah Osman, tuak koneng blok medan, serabi partai solidaritas labi, serta koin receh titipan opung Saragi, Aling darma, mak lampir, tung tung sahur, udin labu, udin terong, udin tempe, Udin balor, Udin babi…. Uyeee.
Setelah viral mendunia terkait kerusakan kawasan ecopark dunia paus tersebut, Wak keling hitam legam pemimpin Partai Koneng dengan penuh pesona bermartabak kacang keju tampil secara langsung cetar membahana di televisi menyampaikan amanat Presiden Negeri Antah Berantah yang baru Pak Wowo Macan Tua.
Disampaikan wak keling Rai kedondong bahwa berdasarkan keputusan wasit piala Dunia empat perusahaan tambang nikel tersebut di tutup tatap dan titip, tetapi satu perusahaan anak selontok wak keling rampok emas hitam masih tetap di biarkan beroperasi keduk sana keduk sini menari salala salili.
Di hadapan wartawan Wak keling soda kue mengatakan jika satu perusahaan tersebut operasinya berjarak 30 kilometer dari objek wisata tersebut alias aman terkendali, aman setoran, aman amin, aman amun, aman mimin dan mumun…. Uyee.
Sementara itu.
Pengamat paling Fenomenal di Negeri Antah Berantah Ruki Petir mengatakan bahwasannya manuver Wak keling keremian memang kurang berpihak ke rakyat kecil, sebelumnya menjelang pemilu wak keling menindas Pribumi di tanah rempong, pernah juga menyusahkan rakyat atas kebijakan gas melon, dan terbaru atas nama rampok emas Hitam wak keling kompeni kampret merusak kampung halamanya sendiri upuk timur Negeri Cendrawasih.
Cerita fiksi : jika ada kemiripan nama, tempat dan lokasi hanya kebetulan belaka.
Penulis : Syerin.



