Koran Parlemen
NASIONAL

2 tahun Tanpa Kejelasan, Masyarakat Kelompok Tani Tebing Kunyit akan Menanam Kembali Lahan Pertanian yang Dijadikan Lokasi Pertambangan Batu Bara PT BSE

Bagikan:

Koranparlemen.com | Muara Enim, Sumsel – Setelah sekian lama menjadi kemelut yang tidak berkesudahan akhirnya Masyarakat Kecamatan Benakat yang tergabung dalam Kelompok Tani “Tebing Kunyit/Tebing Gajah”  mengambil keputusan untuk segera melakukan aksi penanaman kembali lahan pertanian mereka yang sekarang telah dikelola oleh Perusahaan Pertambangan Batu Bara PT BSE.

Saudara Irin salah satu anggota dari Kelompok Tani ini menjelaskan bahwa perseteruan antara Perusahaan Pertambangan dengan Masyarakat Kelompok Tani ini telah berlangsung sangat lama, hampir 2 tahun dan tak kunjung ada penyelesaian. Pihak Perusahaan Pertambangan PT BSE hanya mempermainkan masyarakat dengan  memberikan janji-janji saja dan mengulur waktu saja.

Padahal di tahun lalu tepatnya pada tanggal
04 Juni 2023 telah dilakukan mediasi oleh pihak Pemkab Muara Enim melalui Asisten 1 yang saat itu menjabat Bapak Emran Tabrani yang langsung menyambangi lokasi tempat Perusahaan Pertambangan beroperasi dan dimana saat itu masyarakat yang terhimpun dalam kelompok Tani Tebing Kunyit sedang menyampaikan tuntutan mereka kepada pihak Pertambangan PT BSE atas permasalahan lahan pertanian mereka yang dijadikan lokasi Pertambangan Batu Bara.

Dalam kunjungannya tersebut Bapak Emran Tabrani selaku Asisten 1 Kabupaten Muara Enim menyampaikan agar pihak perusahaan segera menyelesaikan sampai tuntas apa yang menjadi tuntutan masyarakat agar tidak menjadi polemik berkepanjangan di Kabupaten Muara Enim, karena memang benar didapati bahwa dilokasi tersebut masih ada tanaman Masyarakat Kelompok Tani.

Saat itu pihak PT BSE diwakili oleh Bapak Rudi selaku KTT tambang PT BSE dan Pak Angga sebagai Manager menanggapi apa yang disampaikan pihak Pemkab Muara Enim dan berjanji akan segera menyampaikan ke pihak Management PT BSE di Jakarta.

Namun sampai saat ini tidak ada titik terang yang jelas atas permasalahan tersebut meskipun sudah berapa kali pihak BSE melakukan mediasi ke Masyarakat tapi selalu memberikan tanggapan yang sama, bahwa akan di sampaikan ke pihak Management PT BSE di Jakarta.

BACA JUGA :   PHMI Pertanyakan Pengadaan Kursi dan Meja Pada Tahun 2024 Sebesar 17,3 Miliar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Bungkam

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pak Rudi selaku KTT Tambang PT BSE hanya menyampaikan bahwa masalah tersebut sudah di sampaikan ke pihak Management di Jakarta.

Dengan kejadian tersebut masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani bersama Masyarakat lainnya akan segera melakukan penanaman kembali di atas lahan yang mereka klaim sebagai lahan pertanian mereka. (Sonny Novandi)

Related posts

Idul Adha 1445 H, PLN NP UP Bukit Asam Bagikan Daging Hewan Qurban untuk Masyarakat

Rus Tandi

Jajaran Pegawai ASN Pemkab Muara Enim Gelar Apel Gabungan

Rus Tandi

Jadi Tuan Rumah Sumatera Fire Rescue Challenge, Bukit Asam Borong Penghargaan

Rus Tandi

Leave a Comment

error: Content is protected !!