Koran Parlemen
NASIONAL

Biaya Transportasi dan Taksi Inspektorat Mura Jadi Temuan BPK

Bagikan:

Koranparlemen.com | Musi Rawas, Sumsel – Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, dipimpin oleh seorang Inspektur yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah. (Senin 22 Juli 2024)

inspektorat sebagai pengawas internal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah salah peran kunci dalam menjaga integritas dan kwalitas pengelolahan sumber daya serta layanan publik guna untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, efektifitas, dan efesiensi.

Tetapi lain halnya inspektorat Kabupaten Musi Rawas yang di pandang memberi contoh yang kurang baik terhadap OPD di wilayah Kabupaten Musi Rawas, yang mana berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Nomor 47.A/LHP/XVIII.PLG/05/2024 yang menjadi temuan kerugian keuangan negara yang berpotensi kelebihan pembayaran atas biaya transportasi dan taksi yang tidak dilengkapi dengan bukti sebesar Rp. 170.539.000,00.

Sancik, SIP ketua KANTI-Komunitas masyarakat silampari, menyayangkan atas temuan BPK tahun 2024 ditubuh instansi pengawas internal daerah (Inspektorat Mura) yang mana seharusnya merupakan peran utama untuk mencapai akuntabilitas, transparansi, efektifitas, dan efesiensi. Dalam pengelolaan pemerintahan Kabupaten Musi Rawas.

Lanjutnya, dalam hal ini seharusnya tidak boleh terjadi dan menjadi PR pemangku kebijakan daerah (Bupati Mura) untuk melakukan evaluasi atas kinerja Inspektur Inspektorat Kabupaten Musi Rawas bila perlu copot kepala inspektorat. Katanya

Dikonfirmasi lewat via WhatsApp Inspektur mengakui adanya kekurangan atas temuan BPK, ” Bahwa Temuan itu di SPI (sistem pengendalian intern) artinya diakui legalitas formalnya kegiatan tersebut ada dilaksanakan, tidak ada kerugian negara tetapi perlu ada tambahan dokumen agar secara administratif kegiatan tersebut lebih baik lagi dan itu sudah di tindak lanjuti,” katanya. (Firman)

BACA JUGA :   Kisah Agus Sang Peternak Puyuh di Desa Darmo, Berawal dari Hobi Hingga Jadi Ladang Rezeki

Related posts

Sadis !! Aksi Pengeroyokan Terhadap Seorang Wanita Bernama Bernadet di Rumah Makan (AS) Timbulkan Luka Hingga Traumatic Secara Psikologis

Rus Tandi

Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam Gelar Upacara Hingga Perlombaan

Rus Tandi

Ketum PWDPI Minta Kajagung Segera Tetapkan Tersangka Bos PT SGC Terkait Suap Rp 50 Miliar

Rus Tandi

Leave a Comment

error: Content is protected !!