Koran Parlemen
NASIONAL

Ketum PWDPI Bongkar Pemicu Devisit di Lampung

Bagikan:

Koranparlemen.com | Lampung – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, bongkar dugaan salah satu penyebab terjadinya devisit anggaran di Provinsi Lampung.

Ketum PWDPI, Nurullah menjelaskan berdasarkan pantauan dan keterangan sejumlah pakar pemerintahan devisit anggaran yang terjadi di pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota karena tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditentukan oleh pemerintah sehingga target tersebut tidak tercapai.

“Sengaja PAD ditargetkan besar sehingga tidak tercapai dan terserap, dengan tujuan untuk mendongkrak tunjangan kinerja (Tukin) yang besar,”tegasnya.

Terbukti berdasarkan data, masih kata Ketum PWDPI, disalah satu kabupaten Tanggamus untuk Tukin sekretaris daerah (sekda) sebesar Rp.75 juta. Sementara Inspektur 49 juta, Pejabat Dinas Keuangan dan Bapeda, Asisten sekda mencapai Rp 25 juta.

“Jadi tidak heran jika hampir semua kabupaten/kota dan provinsi setiap tahun mengalami devisit anggaran. Kuat dugaan PAD habis untuk belanja pegawai dan dinas. Selagi ini terus diterapkan selamanya daerah akan mengalami devisit anggaran,”ujarnya

Ketum PWDPI menambahkan, untuk kabupaten Tanggamus kuat dugaan praktek KKN sangat kuat, mengingat berdasarkan informasi yang menduduki jabatan strategis banyak dari kerabat dan kroni-kroni bupati. Jadi tidak heran masih kata Ketum Nurullah, jika PAD Tanggamus ditargetkan besar sebab ada indikasi untuk menaikan Tukin para pejabat pemerintah daerah agar besar dan operasional kepentingan politik juga besar.

“Ironisnya, dampak dari hal tersebut bukan Hanya rakyat, namun seringkali anggaran untuk Pekon yang ada di Kabupaten setempat sering menunggak,”ungkapnya.

Lebih lanjut Ketum PWDPI menjelaskan, dugaan KKN di Kabupaten Tanggamus semakin diperkuat atas dugaan Kepala Inspektorat yang konon dikabarkan cuti juga masih diberikan tunjangan Rp 45 juta lebih. Sementara Cuti oknum inspektor tersebut tidak mendasar dan diduga melanggar aturan.

BACA JUGA :   LSM BAKORNAS Sorot, APBD Pesawaran Mengalami Defisit Yang Tak Wajar

“Anggaran PAD juga terkesan dihambur-hamburkan dengan banyaknya dugaan kasus korupsi seperti perjalanan dinas para pejabat tinggi Tanggamus fiktif dan tidak jelas serta transfaran. Sebagai putra daerah kelahiran Lampung saya sangat prihatin dengan pemerintahan dan kondisi yang ada,”Pungkasnya. (Deni Febriando)

Related posts

Usai Dilantik, LPA Kabupaten Toba Gelar Rapat Perdana Bahas Rencana Kerja

Daniel Manurung

Koramil 17/Balige Laksanakan Pengamanan Nataru di Pos Pelayanan Simpang By Pass Longat

Rus Tandi

Sekjen PWDPI : Diduga Kualitas Jalan Aspal Kota Bandar lampung Sangat Buruk dan Banyak Makan Korban

Rus Tandi

Leave a Comment

error: Content is protected !!