Koranparlemen.com | Muara Enim – Berapa Anggaran pembangunan lapangan Golf PTBA berserta sarana penunjang maupun belanja peralatan perawatan dan pemeliharaannya belum terkuak ke publik.
Detak penasaran dan sakwasangka publik muncul ke permukaan, ada apa dengan PTBA !!
Definisi pertanyaan pun memisah mengarah ke berapa arah, definisi pertama yaitu awamnya pengetahuan masyarakat membuat banyak kalangan baru mengetahui jika PTBA adalah perusahaan BUMN yang notabene berkaitan dengan Anggaran Negara, lebih spesifiknya jika seumpama terjadi dugaan tindak pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada perusahaan BUMN otomatis Aparat Penegak Hukum dapat menindak lanjutinya.
Definisi yang kedua terkait pembangunan Padang Golf ataupun kejadian pasca di bangunnya lapangan tersebut biasanya tidak terlalu menjadi perhatian aktivitis apalagi publik umumnya, hal tersebut di karenakan glamornya lapangan Golf hanya dapat di nikmati oleh kalangan tertentu saja apalagi jika lapangan tersebut berada di area perusahaan tentulah aksesnya sangat tertutup.
Terkait definisi yang kedua di atas banyak kejadian kejadian ataupun prilaku prilaku di luar akal sehat terjadi itupun kembali terbagi menjadi berapa bagian.
Bagian yang pertama pada definisi kedua yaitu kejadian yang tidak menyebabkan kerugian keuangan negara contohnya seperti asmara Caddy golf.
Bagian yang kedua yaitu Padang Golf banyak di jadikan tempat bertemunya petinggi Negara, para pebisnis, pejabat BUMN maupun setingkat Gubernur dan Bupati biasanya pertemuan tersebut membahas banyak cerita mulai politik sampai dengan kesepakatan kesepakatan proyek.
Bagian yang ketiga yaitu terkait dengan Anggaran Negara, semisal contoh lapangan Golf milik perusahaan BUMN, tentulah tidak serta merta perusahaan menganggarkan biaya yang bersifat poya poya ataupun mengarah pada kepentingan internal perusahaan saja ataupun memberi kesenangan kepada petinggi perusahaan tersebut yang akhirnya memunculkan prilaku koruptif.
Bagian yang terakhir yaitu karena di nilai aman dan tidak ada yang mengawasi pembangunan lapangan Golf maupun sarana penunjangnya rawan di korupsi.
Korupsi yang dapat di lakukan pada pembangunan lapangan Golf meliputi Mark Up anggaran, penunjukan rekanan orang dekat, sampai dengan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan asal asalan.
Sebelumnya pada hari Sabtu 11/01/2025 di konfirmasi terkait ramai kegiatan di lapangan golf PTBA, pihak Humas PTBA mengatakan kegiatan tersebut bukan sebuah ajang turnamen melainkan acara internal perusahaan, kebetulan acara tersebut hadir senior direksi perusahaan ” ini acara internal Kak kebetulan ada senior direksi datang, bukan acara eksternal,” ujarnya membenarkan kegiatan tersebut.
Sementara itu kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim Rudi Iskandar SH MH di konfirmasi melalui pesan Whats App Selasa 14/01/2024 terkait apakah kejaksaan dapat dan siap melakukan pemeriksaan jika ada laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pembangunan lapangan Golf PTBA mengatakan jika terjadi indikasi dan menjadi pertanyaan publik pihaknya siap menindak lanjutinya ” Sepanjang ada dugaan dan indikasi juga menjadi pertanyaan publik kami Kejaksaan Negeri Muara Enim akan menindak lanjutinya dalam artian mencari kebenaran apakah pembangunan lapangan golf tersebut menggunakan Anggaran Negara malalui PT BA yang notabene perusahaan BUMN apakah sudah sesuai mekanisme anggaran yang tertulis pada peraturan peraturan yg di berikan kewenangan oleh Negara kepada PTBA tersebut dan ada laporan pertanggung jawaban yg benar, sehingga tidak terjadi adanya kerugian Negara dan apakah pembangunan lapangan golf tersebut bisa menambah pendapatan Negara melalui PT BA tersebut ” ujarnya lebih rinci. (Syerin)
